Lebih Baik Mana, Cicilan Dengan Tenor Pendek atau Tenor Panjang untuk Utang Konsumtif?

Lebih Baik Mana, Cicilan Dengan Tenor Pendek atau Tenor Panjang untuk Utang Konsumtif?

Saat Anda ingin melakukan pinjaman atau berhutang di berbagai produk pinjaman atau kredit, Anda tidak hanya perlu mempertimbangkan bunga pinjaman saja. Anda juga harus memperhatikan tenor pinjaman atau jangka waktu pinjaman dari utang yang Anda ambil. Jika Anda masih bingung dengan tenor jangka pendek atau jangka panjang, maka kali ini kita akan membahas perbandingan tenor jangka panjang dan pendek untuk utang konsumtif.

Saat melakukan pinjaman, Anda perlu menekankan banyak hal untuk dicermati, ini demi kebaikan Anda sendiri. Hal yang perlu anda perhatikan seperti kelayakan kredit bank atau produk kredit yang Anda pilih, mengajukan persyaratan, menentukan kisaran suku bunga, dan terakhir jangka waktu pinjaman. 

Apa Itu Tenor Pinjaman?

Tenor merupakan jangka waktu pinjaman yang harus Anda bayar dengan angsuran bulanan yang sudah ditentukan sejak awal. Jangka waktu pinjaman dapat bervariasi sesuai dengan jumlah pinjaman dan kemampuan peminjam untuk membayar utang tersebut. Apabila jumlah pinjaman atau hutang cukup besar namun kemampuan membayar hutang tersebut kecil, maka jangka waktu pinjaman akan lebih lama. 

Sebaliknya, jika jumlah nominal pinjaman lebih kecil, jangka waktu pinjaman menjadi lebih pendek. Singkatnya, jangka waktu pinjaman harus disesuaikan dengan situasi keuangan Anda. Tetapi bagaimana menemukan metode yang tepat dan sesuai dengan kemampuan Anda.

Kita sering meremehkan dalam menentukan jangka waktu pinjaman atau tenor, hal ini dikarenakan kebanyakan orang biasanya hanya memperhatikan pada penentuan besaran bunga yang ditetapkan. faktanya, memilih tenggat waktu cicilan akan memengaruhi banyak hal, seperti kemampuan dalam membayarkan cicilan bulanan dan jumlah total utang yang harus dibayarkan.

Tenor Jangka Pendek

pinjaman

Jangka waktu pinjaman atau tenor pendek paling tidak yaitu 12 kali cicilan. Umumnya, jika jumlah pinjaman tidak terlalu besar, masyarakat akan memiliki jangka waktu pinjaman yang singkat, antara jutaan hingga puluhan juta rupiah. Karena masa jangka waktu pinjaman atau pendek, rata-rata suku bunga sedikit lebih tinggi, di kisaran 0,5% hingga 1%, tergantung dari lembaga pemberi pinjaman.

Tetapi, karena nasabah harus melunasi bunganya dalam waktu singkat, jumlah pinjaman menjadi lebih rendah. Kekurangan tenor  jangka pendek salah satunya yaitu angka cicilan bulanan menjadi lebih banyak, karena harus dialokasikan dalam waktu singkat. Jika Anda memiliki kemampuan cukup tinggi dalam membayar utang konsumtif yang Anda ambil, tenor jangka pendek adalah pilihan yang cukup baik.

Jangka waktu yang lebih pendek adalah jangka waktu yang lebih umum digunakan oleh masyarakat karena batas kredit tidak terlalu besar. Jangka waktu pengembalian minimum adalah satu tahun. Tenor jangka pendek cocok untuk mereka yang ingin segera melunasi hutangnya dan memiliki penghasilan tetap atau sumber pendapatan yang stabil. Cicilan yang dibayarkan setiap bulan nya jadi lebih besar, tetapi jumlah pinjaman total akan lebih rendah dari pada tenor jangka panjang.

Tenor Jangka Panjang

Berbeda dengan tenor jangka pendek dimana cicilan pokok bulanan yang dibayarkan lumayan besar, tenor jangka panjang cicilan pokok bulanan akan jauh lebih kecil. Karena perhitungannya akan dibagi menjadi paling lama 60 kali cicilan. Jika penghasilan bulanan Anda tidak terlalu tinggi, maka sebaiknya Anda mengambil utang dengan tenor jangka panjang, ini  adalah pilihan yang baik, hal ini  untuk menghindari kredit macet ditengah jalan nantinya. 

Namun,  kekurangan mengambil tenor jangka panjang adalah total uangnya akan jauh lebih besar, karena Anda harus membayar bunga dengan jangka yang panjang. Walaupun hal tersebut tidak terlalu menjadi sebuah beban, karena tujuan pembayaran cicilan adalah membayar tepat waktu setiap bulan hingga utang yang Anda punya lunas.

Dari keuntungan dan kekurangan tenor jangka panjang atau tenor jangka pendek, Anda harus memahami bahwa tidak hanya jumlah cicilan yang harus diperhatikan, tetapi juga jumlah pinjaman, serta tingkat pendapatan dan kemampuan membayar Anda. Jika penghasilan Anda lebih tinggi dari rata-rata, Anda dapat memilih periode yang lebih singkat agar total keseluruhan pinjaman lebih kecil. Sebaliknya, jika penghasilan Anda tidak terlalu besar, maka pilihlah tenor jangka panjang.

Selain faktor jangka waktu pinjaman, saat mengambil hutang konsumtif, Anda juga harus memperhatikan suku bunga, fasilitas kredit, biaya tambahan dan berbagai hal lain. Jika Anda bisa memilih jangka waktu pinjaman yang lebih pendek, itu akan menjadi pilihan yang baik agar Anda bisa lebih cepat menghilangkan beban hutang. Namun, pilih tenggat waktu untuk menyesuaikan kemampuan pembayaran Anda. Cara terbaik adalah mengurangi risiko keterlambatan pembayaran atau gagal bayar, karena hal ini dapat mengakibatkan jumlah pinjaman yang lebih besar.

Comments are closed.