Mengenal Patung Buddha di Afghanistan

Mengenal Patung Buddha di Afghanistan

Siapa sangka di negara Afghanistan ang terkenal dengan pemerintahan talibannya yang keras pernah ada sebuah situs peninggalan sejarah yang sangat indah dan megah yaitu dua patung Buddha di lembah bamiyan yang berusia 1500 tahun.

Dua patung Budha di ini berada di dalam ceruk di dinding lembah bamiyan yang dipahat secara manual sejak berabad abad. Kedua patung Buddha raksasa yang berukuran 55 meter dan 37 meter ini dibangun dalam ceruk besar yang didapat di tebing lembah bainyan.  Begitu besarnya ceruk ini sehingga patung liberty pun bisa masuk , kedua patung Buddha ini mempunyai bentuk desain bakhtiar kuno yang merupakan sebuah wilayah kuno di asia tengah.

Keberadaan Patung Budha Menjadi Sejarah Perkembangan Peradaban

Keberadaan  patung Budha kuno di wilayah lembah Bamiyan menjadi bukti sejarah perkembangan peradaban Budha di wilayah tersebut pada abad 1 sampai 13 M. Di Masa lampau, para peziarah yang berasal dari seluruh Asia Tengah dan Selatan pergi  ke daerah daerah terpencil. 

Di lembah dan pegunungan di Afghanistan dan mereka kemudian membangun biara dan patung patung yang besar  serta menggali goa goa di tebing ataupun batuan pasir untuk digunakan sebagai tempat bersemedi. Agama Budha pertama kali dibawa ke Afghanistan pada waktu masa kekaisaran Kushan di wilayah Baktria di Asia tengah  dimana pada saat itu kaisar kushkan yang terkenal Kanishka Agung merupakan seorang  pelindung dari  Agama Budha.

Buddhisme di Afghanistan Memiliki Peran Penting 

Perkembangan Buddhisme di Afghanistan ini juga mempunyai peranan penting dalam perkembangan  jalan sutra dan penyebaran agama budha ke India, Cina dan Negara Negara Asia lainnya.

Afghanistan terletak di jalur sutra sehingga membuatnya menjadi kawasan yang strategis.  Dimana pada masa itu menjadi titik temu antar adu negara yaitu china dan Persia. Oleh karenanya, Afghanistan mempunyai perpaduan dua budaya dari china dan Persia yang bisa dilihat dari situs situs yang ditemukan di lembah bamiyan yang memperlihatkan bahwa arsitektur dan material dari bangunan di wilayah tersebut  menjadi bukti pengruh Budaya China dan Persia.

Di dalam lembah bamiyan ini menjadi pusat buddhisme terbesar pada masa lampau.  Dimana dalam catatansejara seorang biksu dari China di abad ke 7 Hsuan Tsang menggambarkan bahwa  wilayah bamiyan merupakan pusat Budda yang berekembang pesat dengan lebih dari sepuluh biara dan lebih dari 1000 biksu bermukim di Bamiyan.

Namun sayangnya perkembangan kebudayaan  Buddha di Afganistan terhenti saat Ajaran islam masuk ke wilayah Afghanistan sekitar abad 14. Puncaknya ketika Islam berhasil menguasai wilayah Asia tengah dan wilayah Hindu Kush kuno di Afghanistan dimana hal ini berdampak cukup besar bagi ajaran buddhisme di Afghanistan. 

Penguasa Muslim saat itu yang tidak toleran, memerintahkan untuk menghancurkan semua situs dan bangunan bangunan Buddha di wilayah Afghanistan yang pada akhirnya pelan pelang menghapuskan agama dan budaya Budha dan berganti menjadi kebudayaan Islam.

Penghancuran Patung Menuai Banyak Kritik dari Berbagai Pihak

Dan setelah era masa Taliban berkuasa, dua patung Buddha kolosal yang berada di lembah Bamiyan pun akhirnya dihancurkan, pada bulan maret 2001 dengan cara menggunakan senjata artileri yang ditembakkan ke kedua batang tersebut dengan alasan merupakan berhala yang tidak sesuai dengan ajaran islam.

Penghancuran situs patung Buddha terbesar di dunia ini menuai berbagai protes dan kritik dari UNESCO dan Negara Negara di dunia karena dianggap telah menghancurkan warisan budaya yang sangat tak ternilai.

Namun ternyata ada hal mengejutkan  yang ditemukan oleh para ilmuwan setelah kedua patung Buddha di lembah Bamiyan tersebut dihancurkan yaitu ternyata ada banyak gua gua yang ditemukan yang diduga merupakan tempat para biksu Buddha di Bamiyan bersemedi.

Di dalam gua tersebut tersimpan berbagai peninggalan yang bernilai tinggi seperti lukisan minyak yang dibuat ratusan tahun sebelum cat minyak ditemukan dan digunakan di Eropa. Selain itu juga ditemukan dokumen Sanskrit Pratityasamutpada Sutra  yang merupakan sutra yang ditulis di kulit pohon birch yang  berisi rincian dasar keyakinan agama Buddha.

Sekarang meski patung Buddha terbesar itu sudah tak ada lagi, namun wisatawan yang berkunjung ke lembah Bamiyan masih bisa melihat ceruk besar di dinding tebing tempat kedua patung Buddha itu sebelumnya berdiri. 

Meski 2 patung budha sudah tak ada lagi sisanya lagi, patung patung Buddha  yang tidak sebesar 2 patung Buddha yang hancur dan situs lobang olabang di dinding tebing di lembah Bamiyan tempat para biksu jaman dulu bermeditasi masih dapat dilihat sebagai bukti sisa sisa peninggalan kejayaan agama  dan kebudayaan buddha yang pernah berkembang di Afghanistan pada masa itu.

Pada masa sekarang, pemerintah Taliban yang berkuasa sudah lebih bisa menjaga berbagai situs  peninggalan di wilayah bamiyan yang masih tersisa dan sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan.

Selain itu meski sudah tak tersisa wujudnya, para wisatawan yang berkunjung ke bamiyan bisa melihat wujud kedua patung Buddha tersebut meski dalam wujud yang berbeda, tidak dalam replica tapi  berupa proyeksi 3 dimensi yang dibuat persis seperti aslinya.

Comments are closed.